Originally posted by: AN Uyung Pramudiarja
Di Indonesia, pengobatan hiperkolesterolemia atau kelebihan kolesterol jahat hanya berhasil pada 1 di antara 3 pasien. Penyebab paling umum adalah pasien lupa minum obat.
Tingginya kadar kolesterol jahat atau low desity lipoprotein (LDL) erat kaitannya dengan risiko berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah (PJP). Di antaranya adalah serangan jantung dan stroke.
Hiperkolesterolemia antara lain ditandai dengan meningkatnya kadar LDL di atas angka normal yakni 100 mg/dL. Pada kondisi tersebut, tujuan pengobatan adalah menurunkan kadar LDL hingga 70 mg/dL.
Selengkapnya klik disini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar